Global

Apa Saja Dampak Dari Kebijakan Perdagangan Global?

Spread the love

Dampak kebijakan perdagangan global untuk perekonomian Indonesia bergantung pada ketepatan kebijakan itu sendiri. Sebagai negara dengan jumlah populasi yang tinggi dan didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam perdagangan global.

Apa Saja Dampak Kebijakan Perdagangan Global?

Kegiatan jual beli produk atau jasa antara satu negara dengan negara lainnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari negara-negara yang terlibat. Indonesia tercatat sebagai anggota perdagangan internasional yaitu WTO sejak tahun 1995 dan aktif dalam keanggotaan yang diikutinya sampai saat ini.

Keuntungan menjadi anggota WTO tersebut, Indonesia memiliki kesempatan untuk dapat terlibat dalam perdagangan multilateral. Dengan begitu, Indonesia mampu meningkatkan akses pasar untuk produk-produknya.

Namun, meskipun tercatat menjadi anggota dan dapat memperluas pasar ekspor, Indonesia kerap kali memperoleh permasalahan perdagangan akibat kebijakan yang dibuat. Kebijakan ini biasanya tidak sesuai dengan kondisi pasar Indonesia sehingga dapat menimbulkan dampak buruk terhadapnya.

Adapun dampak negatif dari kebijakan persaingan global adalah:

Produk Lokal Mengalami Penurunan Penjualan

Kebijakan perdagangan global yang membebaskan akses pasar secara terbuka menciptakan persaingan dengan produk lokal. Akibat adanya pasar baru yang menciptakan persaingan jangkauan dan ruang lingkup yang lebih luas membuat produk luar negeri masuk dalam jumlah yang besar. Seiring dengan banyaknya jumlah permintaan produk impor, tentunya akan menurunkan penjualan produk lokal bahkan dapat mematikan industri lokal yang tidak dapat menyaingi kualitas impor.

Cenderung Ketergantungan dengan Negara Lain

Melalui pasar global, akan tercipta ketergantungan antara negara yang miskin sumber daya dengan negara berkembang pada negara maju. Hal ini dipengaruhi oleh faktor produksi, salah satunya adalah teknologi.

Teknologi canggih di negara maju akan menciptakan produk dengan kualitas yang lebih baik. Ini mendukung kecenderungan warga dari pada berupaya untuk menciptakan produk yang serupa lebih memilih produk impor yang sudah terbukti kualitasnya. Apalagi perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan kebutuhan akan teknologi semakin meningkat.

Lihat juga : Pentingnya Inisiatif Keberlanjutan Ekonomi untuk Kelestarian Lingkungan

Industri Kecil Tidak Mampu Bersaing

Kebijakan pasar global biasanya tidak terlalu memperhatikan pasar kecil termasuk industri kecil dengan modal terbatas. Modal menjadi instrumen utama dalam mengembangkan industri bisnis. Semakin besar modal yang dimiliki, maka akan semakin mudah mengembangkan industrinya.

Dengan adanya keterbatasan modal pada industri kecil, akan menghambat perusahaan untuk melakukan pengembangan diri termasuk dalam memperbaiki kualitas. Apalagi dengan adanya aktivitas perdagangan internasional yang semakin terbuka luas maka akan semakin menghimpit industri kecil untuk dapat berkembang bahkan tidak memiliki kesempatan untuk bergabung di dalamnya.

Timbul Persaingan Tidak Sehat

Pemerintah yang memperoleh kemenangan dari kebijakan pasar internasional sering kali menciptakan persaingan yang tidak sehat diantara perusahaan atau industri. Ada banyak sekali kebijakan yang dibuat pemerintah seperti dumping hingga tarif impor yang tidak sesuai sehingga memicu timbulnya pungutan liar yang membuat pasar menjadi tidak sehat.

Persaingan pasar yang tidak sehat akan berimbas pada penjualan produk dan jasa di pasar tersebut. Hal ini tentu perlu diperhatikan oleh pemerintah agar kebijakan yang dibuat sesuai dengan aturan pasar yang seharusnya.

Timbul Penjajahan Ekonomi dari Negara Lain

Dampak kebijakan pasar internasional yang paling merugikan adalah dijajah oleh negara lain secara ekonomi. Tanpa sadar, ekonomi Indonesia terjajah akibat dari produk dalam negeri yang tidak mampu menyaingi produk impor. Biasanya hal ini disebabkan oleh kualitas produk yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Kebutuhan produk impor yang semakin tinggi menurunkan penjualan produk lokal dengan jenis yang serupa. Apalagi produk luar negeri dinilai memiliki kualitas yang lebih bagus dibanding dengan lokal. Pada akhirnya, produk hasil asli dari Indonesia yang akan tersisih dan tidak dapat bersaing dengan produk luar negeri.

Eksploitasi SDA dan SDM

Hadirnya persaingan pasar global yang ketat memungkinkan industri dari berbagai negara melakukan beragam cara. Persaingan ini memicu ambisi setiap industri untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dalam penjualan produk di pasar internasional yang mana akan berefek pada dirinya sendiri. Setiap pemilik perusahaan akan mengeksploitasi SDA dan juga SDM tanpa memikirkan dampaknya seperti apa untuk negaranya dan bahkan akan menimbulkan kerugian.

Sulit Memperoleh Bahan Baku

Kegiatan pasar internasional yang terus berjalan membuat pasokan bahan baku yang diekspor pun bersifat masif. Proses ini menyebabkan menipisnya bahan baku yang ada di Indonesia. Hal ini pastinya akan berdampak pada industri lokal yang membutuhkan bahan baku serupa namun sudah semakin menipis dan bahkan sudah tidak ada lagi.

Turunnya Mata Uang Rupiah

Kebijakan pasar internasional mempengaruhi pergerakan mata uang rupiah. Dengan banyaknya produk dan layanan yang di impor oleh negara tersebut maka akan berpengaruh pada penurunan mata uang rupiah dengan nilai mata uang luar negeri.

Dampak Positif Perdagangan Global

Meskipun dampak perdagangan global memberikan dampak negatif bagi perekonomian Indonesia, tidak menutup kemungkinan banyak dampak positif yang diperoleh. Kebijakan perdagangan global yang tepat dapat memberikan dampak positif seperti:

Meningkatkan Daya Saing Produk

Kebijakan perdagangan internasional akan mendesak perusahaan atau produsen untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi. Sebab, persaingan produk lokal dengan internasional cukup ketat di pasar global.

Tanpa adanya peningkatan kualitas produk maka dapat dipastikan tidak dapat menarik pembeli atau bahkan sulit untuk masuk ke dalam pasar global. Setiap perusahaan dan industri dituntut untuk mampu mencari peluang sehingga produk yang dihasilkannya dapat menyaingi pasar internasional sehingga dapat mencapai target penjualan dan memperoleh keuntungan yang maksimal.

Memperluas Pasar Ekspor

Adanya kebijakan perdagangan global, membuka akses bagi setiap negara untuk dapat berpartisipasi di dalamnya. Indonesia memiliki kesempatan untuk memperluas pasar ekspor ke negara-negara lain.

Kesempatan ini tentunya tidak boleh dilewatkan begitu saja. Apalagi, Indonesia dikenali dengan potensi yang luar biasa baik dari segi SDA atau SDM-nya. Harusnya, produk yang dihasilkan mampu menghiasi kaca pasar internasional.

Dengan memperluas pasar ekspor, Indonesia mampu meningkatkan pendapatan ekspor dan mengurangi ketergantungan pada produk dan layanan domestik sehingga mampu meningkatkan diversifikasi ekonomi. Selain itu, dapat mengurangi resiko fluktuasi harga yang muncul di pasar domestik sehingga menurunkan mata uang rupiah.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kebijakan perdagangan internasional mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai cara. Indonesia dapat meningkatkan pendapatan melalui sektor pasar ekspor hingga mengurangi dampak akibat fluktuasi harga di pasar domestik. Pastinya, hal ini didukung dengan SDA dan SDM yang mumpuni.

Membuka akses pasar bagi produk-produk asing semestinya menjadi jalan Indonesia dalam mengimpor berbagai hal seperti teknologi, bahan baku hingga peralatan produksi. Semua produk yang di impor dapat memenuhi kebutuhan pasar bahkan mengatasi produk-produk langka di pasar Indonesia. Sementara itu, produktivitas perusahaan-perusahaan di Indonesia meningkat yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Menarik Investor Asing

Membuka akses pasar Indonesia menarik investor asing secara langsung. Investor akan tertarik untuk berinvestasi pada industri yang mudah berkembang dan mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini tentunya dapat meningkatkan nilai investasi dan juga mempercepat proses industrialisasi.

Investasi langsung yang diberikan investor memberikan dampak positif pada pertumbuhan produksi yakni dapat membantu efisiensi produksi dan meningkatkan kualitas produk sesuai dengan kebutuhan pasar internasional. Dengan begitu akan berdampak pada peningkatan daya saing produk-produk lokal yang berasal dari Indonesia di pasar global dan bahkan menjadi sumber ekspor terbesar yang menjanjikan.

Membuka Lapangan Kerja

Akses pasar global yang terbuka membantu meningkatkan lapangan pekerjaan. Apalagi aktivitas ekonomi di pasar internasional meningkat termasuk penambahan jumlah produk yang diekspor memungkinkan industri-industri semakin padat jam kerjanya.

Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga kerja untuk mendorong proses produksi menjadi lebih cepat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, biasanya perusahaan akan membuka lapangan kerja baru bagi orang dengan usia produktif.

Meningkatkan Efisiensi Sumber Daya

Terbukanya akses pasar global, membantu meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya yang ada di Indonesia baik sumber daya manusia atau pun sumber daya alamnya. Perusahaan-perusahaan akan semakin terdorong dalam menggunakan sumber daya secara efisien guna mengurangi biaya produksi tanpa menurunkan kualitas produk yang dihasilkan.

Sumber Devisa Negara

Sumber devisa negara mengalami pertumbuhan yang baik dengan adanya kebijakan pasar global. Hal ini dikarenakan mata uang tersebut dijadikan sebagai alat tukar untuk pembayaran pembelian produk atau jasa.

Apalagi jika kebijakan tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi, maka akan terjadi peningkatan devisa negara. Pertumbuhan devisa negara yang signifikan maka akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia yang semakin baik dan juga makmur.

Transfer Teknologi

Kebijakan dari pasar global dapat mendorong transfer teknologi terutama dari negara maju ke negara berkembang seperti Indonesia. Negara yang telah berhasil menciptakan teknologi seperti mesin untuk proses produksi atau pun gawai yang digunakan untuk komunikasi akan diekspor kepada negara-negara yang belum mendukung perkembangan teknologi tersebut.

Melalui transfer teknologi ini, semua negara akan merasakan perkembangan teknologi secara mudah. Bahkan, melalui teknologi ini semua orang dapat saling berhubung untuk melakukan aktivitas ekonomi yang dapat mendatangkan keuntungan melimpah. Negara yang mengimpor teknologi ini pun akan semakin canggih dalam bidang teknologinya.

Menstabilkan Harga

Kebijakan pasar global mampu menstabilkan harga produk domestik secara tidak langsung. Hadirnya pasar global dengan akses terbuka menjamin tidak adanya kelangkaan produk karena penambahan stok produk di pasar melalui proses impor sebagai solusi kelangkaan produk. Apalagi kebijakan regulasi impor produk dari luas negeri tidak terlalu rumit sehingga akan semakin mudah memperoleh produk yang dibutuhkan.

Menciptakan Spesialisasi Negara

Kebijakan perdagangan global yang memungkinkan setiap produk dan jasa bisa diperjualbelikan akan menciptakan spesialisasi negara. Artinya, suatu negara akan memiliki produk andalan yang diekspor ke negara lain.

Sedangkan negara impor akan merasa yakin terkait kualitas produk yang baik. Kualitas produk impor dapat dipertanggungjawabkan karena untuk dapat memasuki pasar global, kualitas menjadi salah satu hal faktor yang perlu diperhatikan.

Demikian dampak kebijakan perdagangan global yang dirasakan oleh pelaku ekspor. Menjalin kerja sama dengan mitra dagang yang berasal dari negara lain dan masuk dalam organisasi internasional sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa kebijakan yang dibuat mempertimbangkan keuntungan yang akan diperoleh semua pihak.